JANGAN LUPA BAHAGIA


"Bahagia itu kalau perut laper, pas ada nasi goreng lewat"


"Bahagia itu kalau selesai jemur pakaian, matahari bersinar terang"


"Bahagia itu kalau pas ngirim barang, transferan masuk."


Ternyata ada banyak ungkapan bahagia dengan segala versi dan sudut pandang.


Siapa yang tidak ingin bahagia?

Aku ingin bahagia!

Kamu juga kan?

Semua orang ingin bahagia...


Kebahagiaan adalah kebutuhan asasi umat manusia. Banyak persepsi soal kebahagian, namun sebagian hanya berorientasi pada hal-hal duniawi saja.


Sebenarnya apa sih definisi bahagia itu?

Dalam tradisi ilmu tasawuf, menurut Imam al-Ghazali merupakan sebuah kondisi spiritual, saat manusia berada dalam satu puncak ketaqwaan. Bahagia merupakan kenikmatan dari Allah SWT. Kebahagiaan itu adalah manifestasi berharga dari mengingat Allah. 

Jadi secara garis besar, bahagia adalah perasaan tenang yang ada di dalam hati karena memiliki Allah sebagai tujuan hidupnya, sehingga dalam kondisi apapun akan selalu mengingat Sang Rabb nya.


Konsep bahagia dari tinjauan psikologi adalah keadaan psikologis yang positif dimana seseorang memiliki emosi positif berupa kepuasan hidup dan juga pikiran dan perasaan yang positif terhadap kehidupan yang dijalaninya.


Nah, jika kita sudah paham tentang konsep bahagia, bolehlah kita menelisik ke dalam hati kita, sudahkah aku merasa bahagia?


Bagiku bersyukur adalah salah satu bentuk dari bahagia. 

Pernah nggak kita menemukan orang-orang yang hidupnya susah, serba kekurangan, atau orang-orang yang sedang tertimpa kemalangan, diberi ujian sakit dan sebagainya?

Dengan membandingkan diri kita dengan orang yang kurang beruntung, kita dapat lebih bersyukur. Dengan berbagi, kita bisa merasa hidup kita lebih membawa manfaat dan kebahagiaan untuk orang lain.


Apakah bahagia menjadi tujuan hidup?

Harus!!!!

Tapi jangan hanya berorientasi kebahagiaan hidup di dunia saja, ingat kita hanya 'mampir' dan 'bermain-main' saja di dunia, kehidupan sesungguhnya adalah ketika perhitungan amal telah ditetapkan.

Tidak inginkah kita bahagia jika kelak dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita cintai? Ayah, ibu, suami/istri, anak-anak, saudara dan sahabat kita?


Yuk mari kita persiapan apa yang kelak dapat digunakan sebagai 'tiket' penebus kebahagiaan akheratmu, siapkan sadaqah terbaikmu, tinggalkan ilmu yang bermanfaat, dan wariskan anak-anak sholeh sholehah mu.


Untukku, hari ini kuucapkan :"aku bahagia dapat menyeruput kopi panasku ditemani iringan musik yang easy listening di telingaku, terima kasih Allah,,, aku bahagia "


Catatan anak kita

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama