Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam yang berkarakter tengahan, menurut istilah disebut wasithiyyah atau moderat. Dalam dunia akademik dikenal dengan gerakan Islam modernis atau reformis.
Sebutan-sebutan tersebut pada intinya menunjukkan pandangan keagamaan dan watak ideologi gerakan Muhammadiyah yang bersifat tengahan di antara berbagai kutub ekstrem.
Watak tengahan Muhammadiyah tentu diperbandingkan dengan gerakan lain yang berbeda. Di satu pihak terdapat gerakan Islam lain yang berada pada "garis kanan", yang sering disebut golongan konservatif, tradisionalis, fundamentalistik, dan radikal dengan paham keagamaan dan orientasi gerakannya cenderung keras dan atau kolot. Di pihak lain ada golongan "kiri" yang cenderung atau dikenal sebagai gerakan liberal atau bahkan sekuler.
Muhammadiyah berada di antara gerakan-gerakan Islam yang cenderung ekstrem tersebut. Terdapat gerakan Islam lain yang segaris dengan Muhammadiyah yang tergolong sebagi gerakan tengahan atau moderat. Posisi tengahan Muhammadiyah tentu tidak mutlak dan lebih merupakan garis utama atau pokok, karena sampai batas tertentu ada irisan pemahaman atau pergerakannya dengan gerakan Islam lain yang bersifat eklektik atau dinamis.
Sikap tengahan atau moderat dalam beragama menurut Muhammad Az-Zuhaili (2005) ialah berada dalam keseimbangan, istiqamah, adil, dan mudah; serta menjauhi ghuluw atau ekstrem. Menurut Yusuf Al-Qaradhawi (2007), moderat dalam beragama ialah berada di tengah-tengah, tidak melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan, berjalan lurus (ash-shirat al-mustaqim) dan menolak ekstremisme.
Sumber : Kuliah Kemuhammadiyahan jilid 1
┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈
Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.
Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Posting Komentar