MEMAHAMI KARAKTER MUHAMMADIYAH



 _Nonpolitik Praktis_ 


Muhammadiyah sebagai gerakan Islam sejak awal memilih lapangan dan strategi perjuangan nonpolitik praktis, artinya tidak bergerak dalam perjuangan memperebutkan dan menduduki kekuasaan di pemerintahan sebagaimana yang dilakukan partai politik seperti halnya Sarekat Islam, Masyumi, dan partai-partai Islam lainnya di masa lalu maupun saat ini. Muhammadiyah lebih memilih jalur dakwah kemasyarakatan melalui berbagai amal usaha dan langkah-langkah dakwah pembinaan masyarakat sebagaimana Khittah Muhammadiyah yang masih berlaku sampai saat ini dan bahkan dikukuhkan dalam Muktamar di Makassar tahun 2015.


Apakah Muhammadiyah apolitik dan tidak memandang penting politik kekuasaan di pemerintahan? Sama sekali tidak. Muhammadiyah mamandang politik kekuasaan penting dan strategis, tetapi perjuangan secara langsung harus dilakukan melalui partai politik. Kalau di masa lalu Muhammadiyah sempat mendirikan parpol Islam, hal itu menunjukkan sikap positif Muhammadiyah. Tetapi karena Muhammadiyah bukan parpol, maka selayaknya perjuangan politik-praktis itu dilakukan oleh parpol, bukan oleh Muhammmadiyah.


Kini, kepada para kader Muhammadiyah didorong untuk ada yang aktif di partai politik dan berkiprah melalui parpol untuk perjuangan kekuasaan. Muhammadiyah perlu melakukan pendidikan politik sekaligus membuka ruang bagi kader-kader politik untuk berkiprah di jalur perjuangan kekuasaan. Pada saat yang sama, Muhammadiyah dapat melakukan fungsi-fungsi kelompok kepentingan melalui lobi, komunikasi, dan fungsi politik moral-kebangsaan untuk mempengaruhi kebijakan pemerintahan sebagaimana tuntunan Khittah Denpasar.


Dua jalur ormas dan parpol itu akan bertemu, tetapi jangan dicampur aduk. Muhammadiyah pernah memiliki pengalaman di partai politik, maka jangan dicoba-coba lagi apapun namanya untuk melibatkan Muhammadiyah dalam pertarungan politik kekuasaan layaknya parpol. Jika ingin berjuang di amal usaha politik praktis maka jalurnya melalui partai politik. Sedangkan usaha-usaha lain di luar fungsi parpol dapat diperankan Muhammadiyah secara elegan sesuai dengan Kepribadian dan Khittah Muhammadiyah. Di sinilah pentingnya kecermatan, keluwesan, kepiawaian, dan kegigihan para pimpinan Muhammadiyah untuk menjalankan politik kebangsaan yang canggih dan saksama untuk kemaslahatan persyarikatan, umat, dan bangsa.


Sumber : Kuliah Kemuhammadiyahan jilid 1


┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈


Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.


Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama