Kajian Sirah Nabi "Kisah Nabi Adam as"

 

┏📜📚📖━━━━━━━━┓

       *KAJIAN SIRAH NABI*

┗━━━━━━━━📖📚📜┛


 *KISAH NABI ADAM* 


 _Hawa Membujuk Nabi Adam untuk Memakan Buah Terlarang_ 


Dalam Firman Allah, dalam surat Al Araf 22: "Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah mencicipi buah pohon itu, tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya maka mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga." 


Adapun Hawa lebih lebih dulu memakan buah pohon itu sebelum Adam dan ia-lah yang mendesak Adam untuk memakannya. Wallahu a'lam.


Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut ini mengandung makna seperti di atas. 


حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْلَا بَنُو إِسْرَائِيلَ لَمْ يَخْنَزْ اللَّحْمُ وَلَوْلَا حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ


Telah bercerita kepadaku 'Abdullah bin Muhammad Al Ju'fiy, telah bercerita kepada kami 'Abdur Razzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata, Nabi ﷺ bersabda, "Seandainya bukan karena perbuatan Bani Israil maka daging tidak akan membusuk, dan seandainya bukan karena Hawa' (istri Nabi Adam 'alaihissalam) tentu wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya".

( HR Bukhari )


Bukhari meriwayatkan hadis ini secara tunggal. Hadis ini juga diriwayatkan di dalam kitab Ash-Shahîhain (Bukhari dan Muslim) dari hadis riwayat Abdurrazaq, dari Ma'mar, dari Hamam, dari Abu Hurairah dengan redaksi hadis seperti di atas. Di samping itu, diriwayatkan juga oleh Ahmad dan Muslim dari Harun bin Ma'ruf, dari Abu Wahab, dari Amr bin al-Harits, dari Abu Yunus, dari Abu Hurairah dengan redaksi hadis seperti di atas.


Di dalam kitab Taurat yang berada di tangan para Ahli Kitab juga dijelaskan: “(Makhluk) yang menunjukkan kepada Hawa untuk memakan buah pohon itu adalah seekor ular dalam rupa yang sangat indah dan bertubuh besar. Pada akhirnya, Hawa memakan buah itu karena terpengaruh oleh tipu muslihatnya. Adam juga ikut memakannya." Di dalam kitab Taurat itu sama sekali tidak disebutkan nama Iblis. Selanjutnya, diceritakan: "Seketika itu juga, mata keduanya menjadi terbuka. Keduanya baru menyadari kalau tubuhnya masing-masing dalam keadaan telanjang. Selanjutnya, mereka berdua menemukan daun-daun pohon tin. Keduanya lalu menganyam daun-daun itu untuk dijadikan sebagai penutup tubuh. Jadi, Adam dan Hawa masih dalam keadaan telanjang ketika berada di dalam surga." Berkaitan dengan hal ini, Wahab bin Munabbih berkata, "Pakaian keduanya (Adam dan Hawa) adalah cahaya yang menutupi kemaluan mereka berdua."


Penjelasan kitab Taurat di atas merupakan suatu kesalahan fatal. Bahkan, telah terkontaminasi oleh tangan-tangan jahil dari kalangan Ahli Kitab. Sesungguhnya, banyak dari kalangan Ahli Kitab yang tidak memahami bahasa Arab dengan pemahaman yang baik. Mereka juga tidak memiliki ilmu yang memadai untuk memahami Kitab Suci tersebut. Padahal, al-Qur` an secara eksplisit telah menunjukkan bahwa Adam dan Hawa memakai pakaian sebagaimana firmanNya: "la (setan) menanggalkan dari keduanya pakaiannya masing-masing untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua." (QS. Al-A'râf: 27)


Ayat ini tidak mempunyai penafsiran makna lainnya. Wallahu a'lam.


Ibnu Abi Hatim berkata, "Ali bin Hasan bin Askab telah menceritakan kepada kami, Ali bin Ashim telah menceritakan kepada kami, dari Sa'id bin Abi Arubah, dari Qatadah, dari al-Hasan, dari Ubay bin Ka'ab bahwa Rasulullah bersabda: 'Sesungguhnya, Allah telah menciptakan Adam dalam bentuk seorang laki-laki yang

tubuhnya sangat tinggi dan rambutnya sangat lebat. Tubuhnya seperti pohon kurma yang menjulang sangat tinggi (nakhlah sahq = pohon kurma yang menjulang tinggidan sulit dijangkau buahnya ).Ketika beliau memakan buah pohon itu, terlepaslah pakaian dari tubuhnya. Hal pertama yang tampak dari pandangan mata beliau adalah auratnya. Saat beliau melihat auratnya, beliau merasa sangat tertekan di dalam surga. Rambut beliau dipegang oleh pohon itu dan beliau melepasnya. Selanjutnya, Allah Yang Mahamulia dan Mahatinggi memanggil beliau: 'Engkau hendak lari dariKu, wahai Adam?' Ketika beliau mendengar suara Tuhannya, beliau menjawab: "Tidak, wahai Tuhanku, tetapi aku merasa malu'." ( Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad di dalam kitab Thabaqât al-Kubrá dan di dalam sanadnya terdapat nama Ali bin Ashim. Ia adalah Ali bin Ashim bin Shuhaib al-Wasithi Abu al-Hasan at-Taimi. Ya'qub bin Abi Syaibah berkata, "Saya mendengar sahabat-sahabat saya telah menyelisihi Ali bin Ashim. Sebagian di antara mereka ada yang mengingkarinya karena ia banyak melakukan kekeliruan dan kerancuan. Sebagian lain mengingkarinya karena ia telah menambah-nambah riwayat hadisnya. Oleh sebab itu, hadis ini tidak bisa dijadikan sebagai rujukan karena banyak diperdebatkan oleh umat dan telah ditetapkan kekeliruannya).


Ats-Tsauri menceritakan dari Ibnu Abi Laili, dari Minhal bin Amru, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas berkaitan dengan firman Allah: “Dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga." (QS. Al-A'râf: 22) Maksudnya adalah: daun-daun pohon tin.


Sanad-sanad hadis ini sahih, tetapi seakan-akan ia (penyebutan daun-daun pohon tin itu) diambil dari penjelasan Ahli Kitab. Namun, dilihat dari zahir ayat secara eksplisit menunjukkan makna yang lebih umum dari (makna khusus dengan menentukannya sebagai daun-daun pohon tin) itu. Pendapat yang lebih aman adalah membiarkan ayat tersebut sesuai makna lahiriyah-nya yang bersifat umum dan tidak menafsirkan sesuatu yang hanya mempersulit diri sendiri. Wallâhu alâm.


Al-Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan dari jalur riwayat Muhammad bin Ishaq, dari Hasan bin Dzakwan, dari Hasan al-Bashri, dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata bahwa Rasulullah telah bersabda, "Sesungguhnya, kakek moyang kalian — Adam — tubuhnya seperti pohon kurma yang sangat tinggi hingga mencapai enam puluh hasta. Rambutnya sangat lebat hingga menutupi auratnya. Setelah beliau melakukan kesalahan di surga, tampaklah baginya auratnya. Beliau pun keluar dari surga dan menjumpai sebatang pohon. Pohon itu lalu memegang ubun-ubun beliau. Selanjutnya Tuhannya berseru: 'Engkau melarikan diri dari-Ku, wahai Adam?' Adam menjawab: ‘Tidak, wahai Tuhanku. Akan tetapi, aku merasa malu berkaitan dengan peristiwa yang telah menimpa diriku'."( Hadis ini diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya, 2/544 dari riwayat hadis Ubay bin Ka'ab. Ia (al-Hakim) berkata, "Hadis ini sanad-sanad-nya sahih." Ia tidak men-takhrij-nya. Adz-Dzahabi menyetujui pendapat al-Hakim tersebut ).


Hadis yang sama juga diriwayatkan dari jalur riwayat Sa'id bin Abi Arubah, dari Qatadah, dari Hasan, dari Yahya bin Dhumrah, dari Ubay bin Ka'ab, dari Nabi. Riwayat hadis ini lebih sahih sebab nama Hasan tidak disebutkan berurutan dengan Ubay.


Hadis yang sama juga diriwayatkan melalui jalur riwayat Khaitsamah bin Sulaiman al-Athrabulisi, dari Muhammad bin Abdul Wahab Abi Qurshafah al-Asqalani, dari Adam bin Abi Iyas, dari Sinan, dari Qatadah, dari Anas bin Malik. Hadis ini marfu'.


Sumber : Qashash al-Anbiya. Ibnu Katsir. Dar al-Iman


┈┈┈◎❅❀❦🌹❦❀❅◎┈┈┈


Jika dirasa bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada yang lainnya.


Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama